Hari ini adalah milikmu,
jika tiba waktu pagi janganlah engkau menunggu petang datang . Hari ini adalah hari yang sebenarnya engkau
menghirup udara , membuka mata dan hidup . Hidupmu bukanlah hari kemarin yang telah membawa kenangan baik
atau kenangan buruk. Kehidupanmu juga bukan hari esok yang belum tentu engkau
menjumpainya. Hari ini adalah hari yang telah dinaungi oleh sinar matahari dan
engkau mendapati waktu siangnya adalah harimu yang sebenarnya. Umurmu hanya
satu hari. Maka tanamkanlah di dalam hatimu sebuah kehidupan yang nyata pada
hari ini. Seakan-akan dirimu dilahirkan pada hari ini dan mati pada hari ini
pula.
Biarkan hari esok
mendatangimu
Telah pasti datangnya
ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. [QS.
An-Nahl 1]
Biarkan hari esok
mendatangimu. Jangan pernah engkau mendahului peristiwa yang belum terjadi.
Hari esok adalah hari yang masih berada di alam ghaib. Hari esok belum sampai
meyentuh ke permukaan bumi ini. Janganlah dirimu melintasi sebuah jembatan yang
belum pernah engkau lihat dan belum engkau ketahui hakikat yang sebenarnya.
Jangan Menyesali Masa Lalu
Sebuah duka cita tidak
perlu mengembalikan kenangan masa lalu. Sebuah kesedihan tidak perlu lagi
berusaha untuk memperbaiki masa lalu. Sebuah kepiluan tidak perlu ada usaha
untuk membenarkannya. Kekaburan hidup tidak perlu lagi untuk menghidupkan awal
masa lalu. Sebab ia telah tiada dan tidak ada wujudnya. Menguap sejalan dengan
lenyapnya matahari petang.Seharusnya umat manusia tidak perlu menoleh ke
belakang sebab hembusan angin selalu mengarah ke depan. Air mengalir ke arah
depan.
Rahasia Bahagia
Satu perkara yang
mendasar, yang mesti engkau lakukan untuk mencapai kebahagiaan adalah dengan
memiliki keteguhan niat. Jangan goyah jika dirimu diterjang badai kehidupan.
Jangan pula terpengaruh masalah-masalah kecil. Hati yang kuat dan bersih,
menunjukkan bahwa dirimu telah mencapai kebahagiaan. Cara kedua untuk mencapai
kebahagiaan adalah dengan menghargai hidupmu sendiri. Engkau harus meletakkan
sesuatu pada tempatnya yang cocok.
Renungan suci
Janganlah engkau bersedih
meskipun kehidupanmu miskin banyak diluar sana orang yang terbelit hutang,
lebih parah dari nasibmu. Jika engkau tidak memiliki mobil, masih banyak orang
lain yang tidak memiliki kaki karena diamputasi. Jika engkau mengeluh karena
sakit, masih banyak di luar sana orang yang terbaring di rumah sakit,
berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Jangan bersedih dan cemas
terhadap masalah yang menimpa hidupmu.
Jangan Membiarkan Waktu
Luang
Jika engkau
bermalas-malasan dan suka menganggur, maka bersiap-siaplah menemui duka cita,
kegelisahan dan kesediahan. Menganggur berarti membiarkan hidupmu kosong.
Berarti pula engkau akan ditarik dan diajak untuk membuka memori masa lalu,
sekarang dan akan datang. Keadaan yang demikian ini akan menjadikan dan
memposisikanmu dalam kindisi kacau dan tidak menentu. Nasihat dan saranku
adalah bahwa engkau harus melakukan kegiatan (pekerjaan) yang memberikan
manfaat dan keuntungan. Aktivitas itu sebagai pengganti untuk mengisi
kekosongan waktu, sehingga dirimu tidak menganggur. Kekosongan waktu akan
menyebabkan sesuatu yang negatif.
Hidup Bahagia dengan Iman
Jadilah engkau manusia
yang memiliki kehidupan yang baik. Belajarlah untuk menerima takdir Allah
dengan hati ikhlas. Terimalah pemberianNya dengan rasa qanaah(menerima apa
adanya) dan jangan banyak menuntut. Jangan kecewa terhadap keputusan ilahi yang
diberikan kepadamu. Menolak atau menerima takdir, tidak dapat mengubah
keputusanNya. Pegang teguh ucapanmu tentang dua kalimat syahadat, bahwa tiada
Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasulNya. Niscaya engkau akan hidup
bahagia dan jika mati dalam keadaan damai.
Jadikanlah Tuhan Sebagai
Penolongmu
Matangkanlah imanmu.
Sempurnakanlah keyakinanmu kepada Allah. Hasil dari kematangan iman ialah bahwa
engkau mudah menyerahkan setiap pesoalan kepadaNya, bertawakal dan berpegang
teguh terhadap janjiNya. Bila engkau ingin mencapai kebahagiaan hidup dan
kesempurnaan jiwa, hendaknya senantiasa berlatih untuk berprasanga baik
kepada’Nya, ridha (ikhlas) terhadap takdirNya dan menuggu kemenangan dariNya.
Jika mampu melakukan itu, berarti dirimu telah memiliki keimanan yang kuat dan
sifat mukmin yang agung.
Bersabarlah Agar Dapat Merasakan
Kenikmatan Hidup
Sabar
adalah sikap mulia yang dimiliki oleh manusia pilihan. Orang sabar telah teruji
hidupnya dengan berbagai kesusahan dan musibah. Namun dadanya lapang,
kehendaknya kuat dan tekadnya tak tergoyahkan. Maka pikirkanlah! Jika engkau
tidak bersabar, lalu apa lagi yang bisa kau lakukan? Bagi orang yang sedang
berduka karena musibah maka lihatlah cahaya pada pagi itu. Pasti kemenangan
akan datang dari Yang Maha Pemberi Kemenangan.
Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan. [QS. Al-Insyirah 5-6]
Sucikanlah
Lahir dan Batinmu
Banyak
orang mengalami stres disebabkan mereka kurang menjaga kebersihan, kerapian dan
keberaturan. Keadaan rumahnya yang tidak rapi, baju yang kotor lagi kusut,
ruangan kantor yang amburadul dan setiap penjuru menganggu pemandangan mata.
Kebiasaan tidak baik ini pun berpengaruh pula pada kedisiplinan diri. Jadwal
kerja yang semrawut, tidak mampu membagi waktu sehingga acaranya bertabrakan.
Akhirnya ia menjadi stres.
Singkirkan
Rasa Gelisah
Jika
dirimu mendambakan kehidupan bahagia maka berlatihlah untuk tenang dalam
menghadapi setiap masalah. Jika engkau ingin mencapai kesempurnaan jiwa dan
kepribadian mempesona, singkirkanlah rasa gelisah di dalam hatimu. Sesungguhnya
rasa gelisah adalah virus yang menggangu qalbumu. Jika engkau turuti semakin
lama semakin menguasai jiwamu. Lalu engkau menjadi tidak tenang dan cemas.
Akhirnya engkau mudah merasa ragu terhadap sesuatu. Keyakinan kuat dan
keteguhan hati haruslah dimiliki. Allah mengharapkan hambaNya memiliki dua hal
tersebut agar dapat menikmati kesempurnaan hidup dan puncak kebahagiaan.
Bersabarlah
Menghadapi Kesulitan Hidup
Kesulitan
hidup haruslah dihadapi. Jangan engkau berusaha lari dari permasalahan. Semakin
berusaha menghindar, semakin berat kesulitan yang menghimpitmu. Bersabarlah dan
lakukan sesuatu dengan kepala dingin dan pikirkan yang jernih. Orang-orang
ma’rifat dan berjiwa besar tidak gentar menghadapi problematika hidup. Justru
problem dan kesulitan hidup, membuatnya menjadi besar. Jiwanya menjadi lebih
kokoh karena telah teruji. Kuncinya adalah kesabaran. Sebab di balik kesabaran
terdapat pertolongan dari Allah SWT
Maka
kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon
pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan. [QS. Yusuf 18]
Kemuliaan
itu tidak dapat dicapai oleh angan-angan dan impian. Harus dengan kesabaran.
Adapun kesabaran dapat terwujud jika engkau mempunyai keinginan yang teguh dan
kuat.
Engkau
Bukanlah Orang Lain
Engkau
bukanlah orang lain. Engkau adalah dirimu sendiri. Janganlah mengikuti
kepribadian orang lain. Jangan suka meniru-niru dan bergaya seperti mereka.
Lakukanlah sebatas kemampuanmu. Setiap manusia memiliki bakat, kemampuan dan
kekuatan sendiri-sendiri. Setiap orang memiliki pandangan dan tujuan
masing-masing. Karena itu engkau harus berlomba-lomba dalam mencari kebaikan.
Kunci
Kebahagiaan
Jika
engkau beriman kepada Allah, maka kau mendapatkan petunjuk. Di saat pikiranmu
suntuk, tiba-tiba hadirlah keajaiban dari Allah untuk membukakan akalmu
sehingga apa yang kau hadapi dapat diatasi dapat ditemukan cara pemecahannya.
Jika imanmu bersih dan hatimu hanya terikat kepada Allah maka engkau akan sadar
betul, bahwa setiap musibah itu datangnya dari Allah. Minimal engkau bisa
menerima kenyataan dengan lapang dada.
Bersumber dari buku :Menjadi Manusia Ma'rifat dan Berjiwa Besar






0 komentar:
Posting Komentar