Sehat dan Bertambah Kaya Lewat Sedekah
Sedekah
Bukti Kejujuran
Sedekah adalah ajaran yang paling tua. Di zaman Nabi
Adam, sudah ada perintah sedekah atau berkurban. Habil dan Qabil diminta untuk
mengambil sebagian hartanya kemudian ditaruh di atas bukit sebagai bukti
ketakwaan kepada Tuhan. Begitu juga agama-agama atau kepercayaan di luar islam.
Hampir semuanya memiliki cara-cara perwujudan sedekah. Sedekah artinya memberi
apa pun bentuk dan caranya.
Islam mengajarkan sedekah agar terbentuk tatanan
masyarakat yang saling mencintai, budi baik dan darma bhakti kepada sesama.
Dengan demikian hidup menjadi tenteram karena tidak ada kesenjangan sosial.
Kondisi masyarakat demikian yang damai jauh dari kecemburuan sosial.
Dalam hidup ini jangan semata-mata bersandar kepada harta
kekayaan. Kita menjadi tidak bahagia meskipun kaya raya tetapi tidak di terima
dalam pergaulan sosial (karena kikir) dan egois. Harta bukanlah satu-satunya
tujuan untuk mencapai bahagia. Banyak orang miskin tetapi bahagia. Sebab mereka
bisa diterima dilingkugannya. Mereka memiliki akhlak berkasih sayang dan suka
memberi atau membantu kepada yang lain.
Melatih Jiwa Agar Tidak Rakus dan Kikir
Perhatikanlah orang kikir! Mereka tidak suka memberi
tetapi hatinya selalu ingin diberi. Mereka selalu ingin memiliki apa yang
dimiliki orang lain. Hatinya selalu ketakutan jika hartanya menjadi berkurang
meskipun sebagian kecil diberikan kepada orang lain.
Sesungguhnya jika kita mau belajar untuk bermurah hati
secara tidak langsung kepribadian kita dihiasi oleh makna-makna kemuliaan. Kita
terlepas dari sifat egois, tetapi mengutamakan orang lain. Akhirnya kita
menemukan hakikat kebahagiaan jiwa bersedekah. Kita akan mendapatkan rejeki
yang melimpah, barokah dan terus bertambah.
Kemuliaan dan kedermawanan berada pada akhlak orang-orang
yang terpuji. Mereka memberi bukan karena berharap dan takut kepada Allah,
melainkan telah dapat menikmati kelezatan atas rasa memberi.
Pikirkan dan Renungkan
Coba kita renungkan, sesungguhnya sangat beruntung jika
kita dicintai Allah. Artinya, kita telah menjadi hamba yang dekat jika
seseorang telah dicintai tentu segala permohonan akan dikabulkan. Tentu setiap
kesalahan akan diampuni. Ini adalah perkara yang didambakan oleh orang-orang
beriman.
Syukur harus diwujudkan dengan sikap dan perbuatan.
Diantaranya ialah dengan membayar zakat. Membayar zakat merupakan perwujudan
sikap terima kasih. Bukankah harta benda yang kita miliki itu sebuah rejeki.
Dan rejeki adalah salah satu dari sekian banyak nikmat yang diberikan oleh
Allah kepada kita secara Cuma-Cuma. Biarpun kita bekerja keras memeras keringat
dan membanting tulang jika allah tidak berkenan memberi, kita pun tak akan
mendapatkan hasil. Karena itu kita perlu bersyukur dengan cara membayar
mengeluarkan zakat.
Rasulullah SAW bersabda “jika engkau ingin terpelihara
kesehatanmu maka perbanyaklah sedekah” percayalah anda dengan nasihat ini.
Wajar jika tidak percaya jika belum melakukannya. Namun bagi orang yang telah
membuktikan hal itu, pasti dian sepenuhnya percaya bahwa bersedekah membuat
diri terpelihara. Tidak hanya dari kesehatan tetapi juga terhadap keselamatan.
Oleh karena itu untuk membuktikan keajaiban sedekah, anda perlu melakukannya
dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
Pengaruh energi sedekah
keajaiban sedekah, anda perlu melakukannya dengan niat
ikhlas karena Allah SWT.
Pengaruh energi sedekah
Betapa energi sedekah itu sangat berpengaruh dan luar
biasa bagi pelaku dan penerimanya. Artinya jika kita mengulurkan tangan memberi
sedekah dengan ikhlas kepada orang lain, maka antara kita dengan orang tersebut
sama-sama terbentuk sebuah energi positif. Karena itulah secara umum,
Rasulullah menyatakan “bersedekah itu dapat mempererat silaturrahim.”
Bayangkan ternyata bersedekah dengan tangan kanan
sementara tangan kiri tidak mengetahuinya lebih kuat dari seluruh ciptaan
Tuhan. Bersedekah dengan tangan kanan sementara tangan kiri tidak mengetahui
artinya memberikan sedekah dengan diam-diam tanpa pamrih dan tanpa pamer,
tetapi niatnya bersih ikhlas karena mengharap ridha Allah saja. Inilah energi
sedekah yang luar biasa.
Kecenderungan
Berbalas Budi
Cobalah untuk merasakan apa yang terlintas di hati kita
ketika orang tersebut menolak diberi? Bahkan ia mengatakan ikhlas menolong
tanpa mengharap imbalan. Tentu kesan itu akan membekas kuat di dalam hati.
Ketika ia menolak diberi. Justru di dalam hati kita ingin membalas budi dalam
bentuk lain dan waktu yang berbeda. Pasti kesan tersebut tidak mudah terhapus
hingga akhir hayat kita. Pada saat-saat tertentu memori tersebut akan muncul,
atau ketika kita berbicara dengan orang lain ada kecenderungan untuk
menceritakan kebaikannya.
Doa yang baik itu bisa saja diucapkan. Namun bagi orang
yang hatinya terharu, ia tak sempat menyusun kalimat doa dan mengucapkannya.
Keterharuan dan bergetarnya hati karena merasa berterima kasih itulah doa yang sangat
kuat energinya. Pada hakikatnya ia sudah berdoa. Getaran qalbunya tersebut
didengar oleh Allah dan dikabulkannya.
Keajaiban sedekah terhadap bertambahnya rejeki
Marilah kita renungkan! Tuhan membuat ibarat bahwa
bersedekah itu seperti orang yang menabur benih yang baik di tempat yang subur.
Benih tersebut akan tumbuh menjadi sebatang tanaman. Kemudian tanaman itu
mengeluarkan tujuh tangkai masing-masing tangkai mengeluarkan seratus biji.
Bayangkan satu biji ditanam, keluar tujuh ratus biji.
Ini matematika Tuhan yang penuh dengan misteri keajaiban
secara akal jika di dalam saku ada uang dua puluh ribu. Lalu kita ambil sepuluh
ribu untuk disedekahkan, tentu akan berkurang uang kita akan hanya tersisa
sepuluh ribu, namun perhitungan ajaib tidak demikian. Ketika kita keluarkan
sepuluh ribu justru benih itu menjadi bertambah-tambah.
Keajaiban sedekah adalah misteri
Bagaimanapun keajaiban sedekah adalah sebuah misteri yang
sulit di cerna oleh akal. Bagi orang yang tidak beriman barangkali sedekah
adalah sebuah pengeluaran harta. Secara akal jelas tindakan tersebut mengurangi
harta yang dimilikinya. Jika kita selalu mengandalkan akal saja dalam
bertindak, tentu tidak pernah yakin bahwa sedekah itu menyimpan sebuah misteri.
Disamping itu kita tidak pernah akan dapat melenyapkan sifat kikir di dalam
dada. Bukankah kasih sayang dan memberi terhadap sesama adalah sebuah ajaran
kemanusiaan yang tertinggi.
Semakin tinggi keimanan, rejeki semakin barokah
Keimanan menentukan rejeki barokah, orang yang beriman
akan mendapatkan pemberian karunia dari Allah dan rejeki yang barokah. Setiap
hendak melangkah selalu memohon kekuatan kepada’Nya agar terhindar dari
tindakan buruk dalam memungut rejeki. Jika ia mendapatkan kekayaan, diambilnya
sebagian untuk dinafkahkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Karena
perbuatanya itu maka Allah mengangkat derajatnya. Dalam persepsi manusia ia
menjadi mulia. Di sisi Tuhannya ia menjadi hamba yang terpuji. Ia juga
mendapatkan ampunan dan rejeki yang membawa kenikmatan.
Rejeki Harus Dicari
Sesungguhnya rejeki yang diberikan Allah kepada kita itu
melalui proses takdir. Yaitu proses adanya sebab-sebab lalu timbullah akibat
artinya kita haruslah berusaha untuk mencari rejeki barulah berusaha untuk
mencari rejeki. Barulah Allah memberikannya. Usaha kita itu disebabkan dan
pemberian Allah itu disebut akibat. Sebab akibat itulah yang dinamakan takdir.
Sikap berbuat baik dan peduli merupakan seuatu yang
sangat penting dalam kehidupan bersosial. Cobalah untuk senantiasa demikian
pasti dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan mendapati diri kita sebagai
orang yang bermanfaat. Kita akan terkejut melihat sikap orang lain yang juga
baik kepada kita. Respon positif akan kita terima dari mereka.
Keutamaan Sedekah
Ibrahim bin Fathi bin Abdul Muqtadar berpesan demikian:
1.
Janganlah sekali-kali
masuk dalam diri kalian rasa jengkel dari orang yang meminta, sebaik-baik
usiamu engkau dilihat sebagai orang yang dimintai.
2.
Janganlah bermuka
seram dengan menolak wajah orang yang berharap. Sesungguhnya kekalnya kemuliaanmu,
engkau dipandang sebagai orang yang diharapkan.
3.
Engkau akan bertemu
dengan orang yang mulia dengan wajahnya yang ramah dan engkau melihat orang
yang kikir dengan muka yang seram.
4.
Ketahuilah
sesungguhnya engkau tak berarti, engkau menjadi pemberitaan maka jadikanlah
berita tentangmu itu berita yang lembut nan indah.
Sedekah Sebagai Terapi Penyakit Jiwa
Ganguan jiwa bukan berarti gila. Gelisah dan sulit tidur
juga termasuk gangguan jiwa. Itu sebagai awal seseorang menuju kegilaan. Cemas
dan takut juga gangguan jiwa. Kikir dan riya pun demikian. Selama ini kita
menganggap hal tersebut merupakan sesuatu yang remeh sehingga banyak orang yang
mengabaikannya. Jangan dikira, penyakit-penyakit spiritual atau penyakit jiwa
tidak menyebabkan kematian. Semua penyakit akan berakhir kematian.
Satu-satunya obat untuk menyembuhkan hal itu adalah
belajar berqanaah dan dermawan dalam bersedekah. Imam Ghazali berkata’’barang
siapa ingin mengatasi sifat rakus dan ingin qanaah, maka harus menempuh dua
jalan. Pertama ialah dengan sabar dengan memiliki ilmu dan beramal. Kedua
adalah pendek angan-angan agar tidak goyah karena kebutuhan. Ketiga ialah
dengan memahami bahwa dalam qanaah terdapat kemuliaan dan kebebasan dari
meminta-minta dan perasaan hatinya karean rakus.
Penyakit
Sombong
Sombong
itu penyakit yang sangat membahayakan bagi orang yang bersangkutan. Agama
melarangnya dan mencelanya. Jangan meremehkan bahaya dari kesombongan. Orang
yang menuruti sifat ini cenderung terkena gangguan penyakit jiwa.
Orang
yang sombong memiliki kecenderungan sewenag-wenag terhadap orang lain. Memandang orang lain
lebih rendah dan tidak berarti dibandingkan dengan dirinya. Jika ia kaya pasti
meremehkan orang miskin. Jika ia penguasa dan memiliki jabatan akan meremehkan
dan berlaku seenaknya terhadap orang lemah. Seorang pun tak akan mampu
memberikan nasihat kepada dirinya. Sebab hatinya telah tertutup.
Energi
Sedekah dapat Menolak Bencana
Yakinlah
bahwa sedekah dapat menolak bencana. Terutama bencana yang hendak menimpa diri
sendiri atau keluarga kita. Benar! Bila kita yakin pasti bisa jika kita ragu
pasti gagal. Sebuah keyakinan akan dapat membangkitkan potensi diri seorang.
Energi yang selama ini tidak pernah memberikan anda kontribusi akhirnya menjadi
muncul dan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.
Aplikasi-aplikasi yang diterapkan dalam lingkungan kerja:
- Melepaskan diri dari kesombongan maka perlu menguji
diri berdebat dengan lawan bicara hingga nyata apakah ia marana karena
lawannya benar, mendahulukan teman-teman sebelum dirinya dan memakai baju
sederhana dihadapan umum.



















